Kuliah sambil BEKERJA
WHY NOT…?
Kuliah sambil bekerja, banyak hal
positif yang dapat diperoleh, di samping tidak sedikit pula perjuangan yang
harus dilakukan. Kuliah memang
cukup menyita waktu, apalagi pada awal-awal musim perkuliahan, banyak hal
mengenai universitas yang baru kita masuki harus kita ketahui, mulai dari
keadaan kampus sampai peraturan-peraturan yang berhubungan langsung dengan
kegiatan perkuliahan. Hal ini tentunya diperlukan untuk mendukung kelancaran
kegiatan perkuliahan itu sendiri, semakin kita mengenal sesuatu hal, maka kita
akan semakin menikmati hal tersebut, agaknya istilah “tak kenal maka tak sayang.
memang sesuai.
Pada tingkat pertama perkuliahan,
biasanya bobot SKS (Sistem Kredit Semester) disamaratakan bagi tiap mahasiswa
baru, mungkin pihak universitas mempertimbangkan memberlakukan ini karena
asumsi pada awal-awal perkuliahan, kegiatan mahasiswa hanya kuliah, mereka
belum bekerja. Sesudah mahasiswa memasuki
tingkat yang agak tinggi, mungkin tingkat dua atau tiga ataupun empat, umumnya
pemberian jatah SKS disesuaikan dengan hak dan keinginan mahasiswa sendiri. Hak
disini berdasarkan Indeks Prestasi Semester mahasiswa (IPS) pada semester
sebelumnya, semakin tinggi IPS, maka hak SKS yang dapat semakin tinggi.
Sedangkan mengenai keinginan, hal ini tentu saja disesuaikan dengan kegiatan
mahasiswa sendiri, dan biasanya pada tingkat perkuliahan ini mahasiswa telah
mulai bekerja.
Umumnya mahasiswa yang bekerja pada saat
kuliah merupakan mahasiswa yang mengambil disiplin ilmu yang lebih popular,
misalnya ilmu Desain, ilmu Tehnik Informasi, ilmu Sastra dan lain-lain. Mereka
biasanya bekerja sebagai creative designer, programmer, guru pada tempat kursus
ataupun staf administrasi paruh waktu, ataupun bisa saja sebagai pekerja waktu
penuh, selama jadwal kuliah mereka bisa disesuaikan dengan waktu kerja. Ada pula mahasiswa yang
memilih pekerjaan yang tidak berhubungan sama sekali dengan ilmu yang sedang
mereka pelajari di universitas, biasanya berupa pekerjaan paruh waktu, misalnya
sebagai penulis.
Banyak hal positif yang bisa diperoleh
dengan bekerja. Di samping kita bisa mempunyai penghasilan sendiri, pengalaman
yang kita dapatkan saat bekerja sangat bermanfaat untuk mendukung perkuliahan
itu sendiri. Setidaknya kita dapat merasakan langsung semua hal yang
berhubungan dengan dunia kerja yang sesungguhnya, yang selama ini hanya kita
tahu dari buku dan sharing dari dosen. Dengan pengetahuan dan pengalaman
langsung, akan kita akan lebih mudah memahami isi perkuliahan tersebut. Karena
pada dasarnya, isi perkuliahan memang menjelaskan istilah-istilah dan hal-hal
yang terjadi dan berhubungan erat dengan dunia kerja. Keuntungan lain dari
bekerja pada saat kuliah, mahasiswa dapat menggunakan perusahaan tempat mereka
bekerja sebagai obyek studi kasus bagi tugas-tugas, diskusi ataupun makalah
kuliahnya. Hal ini akan memberi banyak kemudahan bagi mahasiswa, karena mereka
sudah mengenai dengan baik perusahaan tersebut dan pengurusan surat izin melakukan penelitian akan jauh
lebih mudah juga. Mahasiswa juga dapat menggunakan fasilitas yang diberikan
perusahaan, misalnya komputer atau bahkan layanan internet, untuk kepentingan
perkuliahan dan tentu saja ini dilakukan di luar jam kerja.
Di samping hal-hal bermanfaat yang dapat
kita peroleh dengan bekerja pada saat kuliah, tentu saja ada
perjuangan-perjuangan yang harus kita lakukan, mulai dari merelakan
berkurangnya waktu bermain dan berkumpul dengan teman untuk diganti dengan
bekerja, sampai menbagi pikiran dan tenaga untuk kepentingan tugas di kantor.
Di samping itu juga, kita harus mampu beradaptasi dengan orang-orang dalam
lingkungan kerja, yang umumnya lebih dewasa dalam berpikir dan sangat menuntut
tanggung jawab penuh kita dalam menyelesaikan tugas. Belum lagi, jika saat
ujian kuliah tiba, kita harus menjadi lebih rajin dan ekstra sehat agar bisa
mempersiapkan diri.
Dari segi besarnya gaji yang diberikan,
biasanya perusahaan sudah mempunyai standar khusus bagi pekerjanya yang masih
kuliah. Dan memang gaji yang diberikan lebih rendah daripada pekerja yang telah
menyandang gelar sarjana. Ini wajar adanya, karena asumsinya, pekerja
yang telah mempunyai gelar pasti mempunyai ilmu yang lebih tinggi daripada
mereka yang masih kuliah. Perusahaan biasanya juga mau memberikan keringanan
bagi pekerja yang masih kuliah, keringanan ini dalam hal waktu kerja, misalnya
pada saat pekerja harus mengikuti ujian perkuliahan atau perkuliahan itu
sendiri, maka perusahaan masih mengizinkan untuk pulang lebih awal, tapi
biasanya dengan kompensasi si pekerja harus datang lebih awal.
Beberapa universitas sudah mulai juga
menjadikan dirinya sebagai “jembatan†antara mahasiswanya dengan
dunia kerja, ini merupakan kabar gembira bagi kita para mahasiswa. Mereka
bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan mitra kerjanya mengadakan job fair
(pameran kerja) bagi mahasiswanya. Job fair ini bertujuan untuk menjaring
mahasiswa menjadi calon pekerjanya. Biasanya perusahaan yang menyelenggarakan
job fair ini, memang mencari pekerja paruh waktu atau waktu penuh yang belum
berpengalaman, dan mereka mensyaratkan calon-calonnya sebagai mahasiswa pada
tingkat akhir perkuliahan atau tingkat menengah (tingkat dua atau tiga).
Melalui media job fair inilah, mahasiswa perpeluang lebih besar mendapatkan
pekerjaan, dibandingkan jika mereka mencari pekerjaan dari iklan-iklan lowongan
di media cetak atau media elektronik. Dan yang lebih menyenangkan, biasanya
perusahaan penyelenggara job fair ini datang langsung dalam perekrutannya ke
universitas di mana mereka menyelenggaran job fair tersebut. Jadi pada tahap
awal proses perekrutan ( biasanya tahap tes dan wawancara pertama ), mahasiswa
tidak perlu mendatangi langsung perusahaan tersebut, ini pasti sangat
memudahkan mahasiswa. Dalam sebuah job fair, karena umumnya cukup banyak
perusahaan yang berpartisipasi, maka cukup beragam pula posisi yang ditawarkan
bagi calon pekerjanya. Dokumen-dokumen yang mereka minta umumnya standar,
seperti surat
Lamaran, Curriculum Vitae (CV) dan sertifikat-sertifikat jika ada.
Persiapan-persiapan yang diperlukan jika
mahasiswa berencana untuk bekerja adalah, yang pertama, mahasiswa harus
mengatur jadwal kuliahnnya mengikuti standar waktu kerja perusahaan pada
umumnya, ini jika mahasiswa ingin bekerja waktu penuh. Aturlah
pengambilan mata kuliah yang waktu kuliahnya tidak berbentrokan dengan jam
kerja kantor, biasanya ini diantisipasi dengan perpindahan waktu kuliah yang
awalnya pada pagi hari ke malam hari, khususnya pada hari kerja (senin sampai
jumat) dan tetap di pagi hari pada hari sabtu. Perpindahan waktu kuliah
memang hanya bisa dilakukan hanya pada saat pergantian semester dan dengan
catatan juga, universitas membuka kelas pada malam hari. Sebagai contoh, jika
kita sedang berada pada semester empat, dan kita berencana akan bekerja, maka
untuk pekerjaan waktu penuh, setidaknya baru bisa dilakukan pada semester
selanjutnya, yaitu semester lima.
Jadi pada saat pengisian jadwal, untuk semeter lima, kita lakukan pengaturan dan perpindahan
waktu kuliah tersebut. Untuk pekerjaan paruh waktu, maka mahasiswa tidak perlu
mengubah jadwal kuliahnya, perusahaan yang akan menyesuaikan. Setelah jadwal
kuliah disesuaikan, langkah kedua, mulailah mencari
pekerjaan. Media yang bisa kita pakai untuk mencari pekerjaan, misalnya media
job fair seperti dijelaskan di atas, melalui media cetak, media elektronik atau
kita juga bisa berpartisipasi dalam internal mailing list. Intenal mailing list
biasanya dibuat untuk menyatukan sekolompok orang pada lingkup satu institusi
yang mempunyai kesamaan-kesamaan, mulai dari mahasiswa yang sama jurusannya
sampai mahasiswa yang sama hobinya. Melalui mailing list, informasi
disebarluaskan ke masing-masing anggotanya, mulai dari informasi mengenai mata
kuliah, hobi sampai lowongan pekerjaan. Sebaiknya carilah pekerjaan yang sesuai
dengan keinginan dan ilmu yang dimiliki. Dalam membuat surat lamaran, katakanlah apa adanya mengenai
status kita yang masih kuliah dan pada saat wawancara, ungkapkanlah mengenai
waktu perkuliahan. Ini akan mempengaruhi kebijakan perusahaan dalam hal
peringanan jam kerja.
Memang sedikit agak melelahkan kuliah sambil
bekerja, tapi apa yang akan kita dapatkan jauh melebihi perjuangan yang kita
lakukan. Pada awalnya memang terasa agak berat, tapi setelah beberapa waktu
kita akan terbiasa. Tapi ingat selalu, kuliah harus tetap menjadi prioritas
utama, jadi selamat berjuang untuk mencari dunia lain. And keep enjoy your self.
Wah susah itu uni...
BalasHapusharus bs ngatur waktu...
dan stamina yang dipastikan selalu ttp prima...
agar perkuliahan dan pekerjaan bsa sejalan....
dan tetap fokus untuk kedua2nya....